“ Solusi mudah dan terpercaya dalam mendapatkan Alat Berat & Truk dengan kondisi Bekas dan Siap Kerja ”


Kami Used-HeavyMachinery.Com akan membantu & melayani serta memberikan solusi dalam mendapatkan dan memenuhi
Kebutuhan atas Alat Berat & Truk dengan kondisi Bekas dan Siap Kerja serta harga yang kompetitif.

___________________________ Manfaatkan kemudahan yang akan diberikan dan pelayanan dari kami ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL









Berita
Pasokan menyusut, harga minyak dunia naik tipis PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 24 Juni 2015 08:20

JAKARTA. Harga minyak mulai bangkit. Menipisnya stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) berimbas pada naiknya harga minyak mentah. Mengacu data Bloomberg, Rabu (24/6) pukul 13.14 WIB, harga minyak West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Agustus 2015 naik 0,14% menjadi US$ 61,10. Dalam sepekan harga minyak melaju 1,78%.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures menjelaskan, kenaikan harga minyak disebabkan berkurangnya pasokan serta persediaan minyak mentah. Ada sinyal bahwa perundingan nuklir antara Iran dengan negara-negara Barat bermasalah. Mengutip Islamic Republic News Agency, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa mereka tidak dapat menerima inspeksi internasional atas lokasi militer dan perbatasan nuklir Iran.

"Kondisi ini membuat sanksi ekspor minyak mentah Irak tidak akan dicabut," ujarnya. Padahal Iran berencana menambah ekspor minyak hingga 1 juta barel per hari dalam kurun enam bulan jika sanksi tersebut telah diangkat.

Lalu berdasarkan data American Petroleum Institute, persediaan minyak mentah mereka akan berkurang sebesar 3,2 juta per 19 Juni 2015. Para analis Bloomberg juga memproyeksikan bahwa stok minyak AS akan terkoreksi hingga 2 juta barel. Sehingga, menurut data Energy Information Administration, persediaan minyak mentah AS per 12 Juni 2015 telah menyusut hingga 467,9 juta.

Editor: Uji Agung Santosa

Narasumber : kontan.co.id

 
HARGA CPO: Bangkit Dari Level Terendah 3 Pekan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Selasa, 23 Juni 2015 11:48

Bisnis.com, JAKARTA— Harga CPO di Bursa Malaysia rebound pada Selasa (23/6/2015) setelah kemarin jatuh ke level terendah 3 pekan.

Kontrak berjangka CPO untuk September 2015, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka melejit 1,17% ke harga 2.246 ringgit atau Rp7,97 juta per ton.

Harga tersebut kemudian konsisten diperdagangkan lebih mahal dari level penutupan kemarin pada kisaran 2.233—2.246 ringgit per ton, meski terus tergelincir dari level pembukaan.

Pada pukul 10.22 WIB, CPO diperdagangkan naik 0,50% ke harga 2.231 ringgit atau Rp7,92 juta per ton.

CPO kemarin ditutup melemah 0,76% ke harga 2.220 ringgit per ton, harga terendah untuk kontrak teraktif sejak 29 mei 2015.

Harga komoditas terkait CPO malah tertekan. Harga minyak kedelai di bursa Chicago merosot 0,06% ke US$33,29/pound meski menguat 0,51% di pembukaan, sedangkan harga minyak mentah jenis Brent turun 0,36% ke US$63,11/barel.

 

 

Pergerakan Harga Kontrak CPO September 2015

 

Waktu

Ringgit Malaysia/Ton

Persentase Perubahan

23/6/2015

(10.22 WIB)

2.231

+0,50%

22/6/2015

2.220

-0,76%

19/6/2015

2.237

18/6/2015

2.237

-2,36%

17/6/2015

2.291

Sumber: Bloomberg

 

Narasumber : bisnis.com

 
HARGA TEMBAGA: Menguat Didorong PMI China Dekati 50 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Selasa, 23 Juni 2015 11:42

Bisnis.com, JAKARTA– Harga tembaga dan logam industri lainnya berpotensi menguat seiring data manufaktur China versi HSBC dan Markit Economic pada bulan ini mulai mendekati 50 dan lebih tinggi dari proyeksi. Apalagi, polemik Yunani sudah mengarah ke arah yang lebih positif.

Pada perdagangan hari ini sampai pukul 10:06 WIB, harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,9% menjadi US$5.760, sedangkan harga tembaga berjangka di New York Commodity Exchange (Comex) naik 1,83% menjadi US$2,61 per pon atau US$5.742 per ton.

Michael McCharty, CMC Market Asia Pasifik Pty., mengatakan Peformance of Manufacturing Index (PMI) yang mulai mendekati 50 menandakan terjadi pertumbuhan dan menjadi positif untuk harga logam industri.

“Apalagi, dukungan sentimen Yunani yang mulai mendapatkan titik terang untuk lepas dari ancaman defaultnya pada awal perdagangan hari ini melengkapi penguatan harga logam industri termasuk tembaga,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Selasa (23/6).

Hari ini, HSBC dan Markit Economic merilis data PMI China untuk bulan ini yang berada di level 49,6. Meskipun masih terkontraksi, tetapi angka itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi ekonom dan analis di level 49,4. Hasil PMI China ini juga lebih tinggi dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Sementara itu, aroma positif sudah mulai tampak dalam negosiasi Yunani setelah para pemimpin Eropa menilai Negeri Para Dewa itu serius untuk menyelesaikan polemik utangnya tersebut.

Sebelumnya, Morgan Stanley dan Barclays Plc. Menilai krisis Yunani bisa membawa dampak negatif terhadap harga komoditas logam industri. Pasalnya, krisis di negara Eropa Selatan itu bisa membuat permintaan logam industri terganggu seiring dengan perekonomian zona Euro yang terancam.

 

Narasumber : bisnis.com

 
Harga minyak sawit terkoreksi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Selasa, 23 Juni 2015 09:32

JAKARTA. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) terkoreksi. Maklum, lonjakan permintaan minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan bulan puasa sudah berakhir. Sementara ancaman El Nino tak mampu mengerek harga.

Mengutip Bloomberg, Senin (22/6) pukul 16.00 WIB, harga minyak sawit kontrak pengiriman September 2015 di bursa Malaysia Derivative Exchange senilai RM 2.230 per metrik ton, turun 0,31% dari akhir pekan lalu. Selama sepekan, harga merosot 1,58%.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures, menjelaskan, harga CPO masih bergerak konsolidasi. Penyebab pertama, harga minyak kedelai  terkoreksi. Sebagai barang substitusi, penurunan harga minyak kedelai turut menyeret harga CPO.

Kedua, aksi negara-negara pengimpor CPO yang menimbun stok untuk persiapan menjelang Ramadan sudah berlalu. Alhasil, harga CPO yang sempat menanjak ke RM 2.341 pada 5 Juni 2015 akhirnya kembali stabil.

Lonjakan permintaan menjelang bulan puasa terlihat dari laporan Malaysia Palm Oil Board (MPOB) yang menyebut pengiriman CPO per Mei 2015 melesat 37%. Ekspor 1-20 Juni 2015 juga menguat 0,4% secara month to month menjadi 1,07 juta ton.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Ariana Nur Akbar menjelaskan, penguatan ringgit Malaysia turut melemahkan harga CPO. Mengacu Bloomberg, kemarin USD/MYR turun 0,25% ke 3,7340. "Orang menahan diri membeli minyak sawit karena mahal," tuturnya.

Ancaman El Nino yang dapat mengganggu produksi sawit kurang berpengaruh pada harga CPO. Sebab, persediaan minyak sawit dunia masih cukup tinggi. Ariana menilai, hingga akhir tahun harga minyak sawit rentan terkoreksi.

Kendati begitu, peluang penguatan harga tetap ada. Permintaan CPO biasanya meningkat di semester II, sebab, ada perayaan hari besar di negara-negara pengimpor CPO, seperti India dan China. Apalagi wacana  meningkatkan penggunaan biodiesel semakin marak.

Deddy memprediksi, harga CPO berkesempatan menguat di pengujung tahun. Sebab, ada larangan penggunaan minyak yang mengandung lemak trans di Amerika Serikat. Selain itu, pekerja perkebunan umumnya libur selama bulan Ramadan, sehingga dapat mengganggu produksi CPO.

Secara teknikal Deddy mengatakan harga CPO bergerak di atas moving average (MA) 50, 100 dan 200. Indikator moving average convergence divergence (MACD) masih di area positif 13. Sedangkan relative strength index (RSI) turun ke 46. Stochastic terkoreksi ke area 3.

Deddy menebak, harga minyak sawit Selasa (23/6) akan menguat ke RM 2.200-RM 2.275. Sepekan, harga bergerak di rentang RM 2.250-RM 2.310. Sebaliknya, Ariana memprediksi, harga sepekan ke depan di RM 2.185-RM 2.277 per metrik ton.

Editor: Yudho Winarto

Narasumber : kontan.co.id

 
HARGA MINYAK: WTI & Brent Meluncur, Pasokan AS Kontraksi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Senin, 22 Juni 2015 15:50

Bisnis.com, JAKARTA— Akibat kontraksi pasokan di Amerika Serikat, harga komoditas minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent kontrak Agustus 2015 melemah pada perdagangan awal pekan.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (22/6/2015), pada perdagangan hari ini, minyak WTI kontrak Agustus 2015 dibuka melemah 0,36% ke level US$59,75/barel dari penutupan sehari sebelumnya US$59,97/barel.

Harga acuan minyak mentah Amerika Serikat itu diperdagangkan pada level US$59,94/barel hingga US$59,80/barel. Hingga pukul 06:50 WIB, harga minyak WTI terus melemah 0,67% ke level US$59,57/barel.

Negara-negara OPEC mengumumkan ekspor minyak digenjot pada bulan lalu, sejak Oktober 2012. Sedangkan, pemerintah AS menyatakan produksi minyak akan mulai merosot sejak bulan ini.

Investor bakal menyaksikan tenggat waktu hingga 30 Juni bagi Iran dan enam negara lainnya untuk mencapai kesepakatan nuklir yang bisa mencabut sanksi minyak dan lebih menumpuk pasokan global.

"Sangat sulit untuk mendapatkan keyakinan satu cara atau yang lain," ujar John Kilduff, partner di Again Capital LLC yang berbasis di New York, seperti dikutip oleh Bloomberg, Senin (22/6/2015).

Sementara itu, harga komoditas minyak Brent pada saat yang sama dibuka melemah 0,71% ke level US$62,57/barel dari penutupan sehari sebelumnya US$63,02/barel.

Hingga pukul 07:02 WIB, harga minyak Brent masih melanjutkan pelemahan hingga 0,65% ke level US$62,61/barel. Sepanjang hari ini, minyak Brent diperdagangkan pada level US$62,50/barel hingga US$62,57/barel.

 

Narasumber : bisnis.com

 


Halaman 2 dari 232

Galeri Iklan Baris Gratis

Service & Maintenance









Heavy Equipment ( Airman - Barata - Bobcat - Bomag - Case - Caterpillar - Clark - Daewoo - Doosan - Dynapac - Ford - Hitachi - Hyster - Hyundai - Ingersoll Rand - JCB - John Deere - Kobelco - Komatsu - Kubota - Linde - Link Belt - Manitou - Massey Ferguson - Mitsubishi - New Holland - Niigata - Nissan - O&K - P&H - Sakai - Sany - Samsung - Sumitomo - Tadano - TCM - Terex - Volvo - Toyota - Zetor)
Heavy Duty Truck ( FAW - Foton - Hino - Howo - Isuzu - MAN - Mercedes - Mitsubishi - Nissan Diesel - Renault - Scania - Sino - Toyota - Volvo )