“ Solusi mudah dan terpercaya dalam mendapatkan Alat Berat & Truk dengan kondisi Bekas dan Siap Kerja ”


Kami Used-HeavyMachinery.Com akan membantu & melayani serta memberikan solusi dalam mendapatkan dan memenuhi
Kebutuhan atas Alat Berat & Truk dengan kondisi Bekas dan Siap Kerja serta harga yang kompetitif.

___________________________ Manfaatkan kemudahan yang akan diberikan dan pelayanan dari kami ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL









Berita
Dollar AS tertekan data ekonomi zona Euro positif PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 03 Juni 2015 11:38

NEW YORK. Kurs dollar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah data inflasi zona euro lebih baik dari yang diperkirakan pasar.

Harga konsumen di 19 negara kawasan euro naik 0,3 % tahun-ke-tahun pada April, mengalahkan ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,2 %, kantor statistik Uni Eropa Eurostat mengatakan pada Selasa.

"Rebound" inflasi menimbulkan spekulasi apakah Bank Sentral Eropa (ECB) perlu melanjutkan program pembelian obligasinya, yang disebut pelonggaran kuantitatif (QE), sampai tanggal akhir yang dijadwalkan September 2016.

Para pedagang juga secara seksama memantau krisis utang Yunani, tetapi tidak ada tanda-tanda kemajuan yang jelas.

Pada akhir perdagangan di New York, euro menguat menjadi 1,1165 dollar dari 1,0934 dollar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5352 dollar dari 1,5203 dollar. Dollar Australia naik ke 0,7775 dollar dari 0,7605 dollar.

Dollar dibeli 124,06 yen Jepang, lebih rendah dari 124,84 yen pada sesi sebelumnya. Dollar bergerak turun ke 0,9323 franc Swiss dari 0,9456 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2405 dollar Kanada dari 1,2526 dollar Kanada.

Editor: Yudho Winarto
Sumber: Xinhua

Narasumber : kontan.co.id

 
Tol Cikapali rampung 99% PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 03 Juni 2015 11:31

PURWAKARTA. Proyek pembangunan jalan Tol Cikampek-Palimanan atau "Cipali" sudah hampir rampung, atau mencapai 99% rampung dan kini tinggal pengerjaan rambu dan marka jalan.

"Kami optimistis jalan Tol Cipali bisa digunakan pada saat terjadi arus mudik-balik Lebaran nanti. Sekarang, perhatian pengerjaannya pada rambu-rambu dan marka jalan," kata Wakil Dirut PT Lintas Marga Sedaya Hudaya Arryanto kepada Antara di Purwakarta, Rabu (3/6).

Selain itu, saat ini pengerjaan proyek pembangunan jalan Tol Cipali juga tengah diproses pengerjaan atau pemasangan lampu penerang jalan umum (PJU).

Secara umum, kata dia, progres proyek pembangunan jalan Tol Cipali sudah mencapai lebih dari 99%. Selanjutnya, jalan tol tersebut akan dibuka atau dioperasikan sebelum musim mudik lebaran 2015.

Ia menyatakan, saat dioperasikan nanti, kondisi jalan tol sepanjang sekitar 116 kilometer dari Cikampek ke Palimanan itu sudah mulus, dilengkapi dengan berbagai fasilitas tempat peristirahatan atau "rest area".

"Ada delapan rest area yang tersedia di sepanjang jalan Tol Cipali," kata Hudaya.

Dikatakannya, delapan rest area tersebut berada di sepanjang jalan tol di setiap 30 kilometer. Sehingga, pengguna jalan tol nantinya bisa memilih tempat istirahat di setiap 30 kilometer.

Menurut dia, dari delapan rest area yang tersedia, ada empat rest area besar atau kelas A dan empat rest area sedang atau kelas B. Untuk fasilitas rest area itu sebenarnya sama, hanya bedanya kalau rest area Kelas A tersedia stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pada saat dibuka atau dioperasikan nanti, jalan Tol Cipali itu dibuka penuh, yakni mulai daerah sekitar Cikopo, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Jabar sampai ke daerah Palimanan, Cirebon. (M. Ali Khuamini)

Editor: Sanny Cicilia
Sumber: Antara

Narasumber : kontan.co.id

 
Jelang puasa, harga CPO merekah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Rabu, 03 Juni 2015 11:21

JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) bertengger di puncak tertinggi tahun ini. Menipisnya stok di pasar global membuka jalan bagi kenaikan harga minyak nabati ini.

Mengutip Bloomberg, Selasa (2/6), CPO kontrak pengiriman bulan Agustus di Malaysia Derivatives Exchange melejit 2,22% menjadi  RM 2.345 atau setara US$ 634,19 per metrik ton (MT). Ini harga tertinggi sepanjang 2015.

Berkurangnya cadangan minyak sawit menjadi sentimen utama yang mendongkrak harga. Seperti dicatat Bloomberg, Analis CIMB Securities Ivy Ng menyebutkan, persediaan CPO berkurang sebesar 6% sepanjang bulan Mei menjadi 2,07 juta ton. Besar kemungkinan menipisnya stok lantaran kenaikan permintaan ekspor.

Sebelumnya, Intertek melaporkan, ekspor Malaysia sepanjang Mei melonjak 45% menjadi 1,55 juta ton. Jumlah ini melampaui ekspor bulan April yang hanya naik 0,6% menjadi 1,175 juta ton. Menurut Ivy Ng, peningkatan ekspor CPO diduga kuat untuk persiapan jelang bulan puasa.

Di sisi lain, produksi minyak sawit diperkirakan akan berkurang karena adanya potensi gangguan cuaca akibat El Nino. Selain itu, rencana US Environmental Protection Agency meningkatkan penggunaan biomassa berbasis diesel juga memberi angin segar bagi CPO. Kondisi ini akan meningkatkan konsumsi biodiesel di AS, yang bisa mengangkat harga minyak sawit.

Resistance RM 2.400

Research and Analyst Fortis Asia Futures Deddy Yusuf Siregar bilang, lonjakan harga CPO tidak terlepas dari sentimen jelang Ramadan. Apalagi, ada sinyal pertumbuhan permintaan dari China dan India. Buktinya, ekspor minyak sawit Malaysia ke China periode 1-25 Mei naik sebanyak 76%. Pengiriman ke India juga melonjak hingga 307%. “Banyak sentimen positif yang mendukung harga CPO. Namun, selama harga belum mampu menembus level RM 2.400, tekanan masih menghadang,” terang Deddy

Head of Research and Analyst Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai, harga CPO tengah berjuang menuju level resistance di RM 2.400 per metrik ton. Jelang Ramadhan, indikasi kenaikan permintaan CPO sangat wajar. Namun, kondisi ini diperkirakan hanya bertahan hingga pertengahan bulan ini. "Saat memasuki Ramadan, justru harga CPO akan relatif terkonsolidasi," prediksinya.

Secara teknikal, menurut Deddy, harga minyak sawit masih berpeluang tancap gas. Peluang ini tercermin dari  pergerakan harga yang berada di atas MA 50 dan 100. Moving average convergence divergence (MACD) juga berada di area positif, yaitu 2. Indikator lainnya, stochastic masih bergerak naik menuju level 81%.

Namun, lanjutnya, kenaikan CPO sudah relatif terbatas mengingat harga sudah memasuki area jenuh beli. Deddy menduga, hingga akhir pekan ini, harga CPO akan bergerak di kisaran RM 2.250-RM 2.390 per MT. Sementara, Ariston menebak, CPO reli antara RM 2.235-RM 2.350 per MT.

Editor: Yudho Winarto

Narasumber : kontan.co.id

 
Investasi Baja Otomotif, Sulit jika Jualan Dibawah Kuota PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Senin, 01 Juni 2015 09:58

Metrotvnews.com, Cikarang: Pemerintah sangat mendukung investasi yang dilakukan oleh PT Suzuki Indomobil Motor yang meresmikan pabrik barunya yang keempat  di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Jumat 29 Mei pekan lalu.

"Tapi kalau boleh Research and development (R&D) dilakukan di sini. Jadi anak-anak muda kita mampu dan punya keahlian merancang dan membuat mobil sendiri yang baik dan benar," pinta I Gusti Putu Suryawirawan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian.

Bahan baku atau material baja untuk membuat industri otomotif di Indonesia juga merupakan salah satu kendala karena sampai saat ini masih mengandalkan impor.

"Perlu di ingat membuat mobil dan memproduksi mobil, itu adalah dua hal yang berbeda. Orang mungkin bisa membuat, tapi pada saat harus memproduksi dalam jumlah besar dengan volume dan kualitas tertentu, akan sulit. Apalagi dengan persyaratan-persyaratan internasional yang begitu ketat. Sehingga sampai  saat ini banyak keluhan materialnya belum bisa dipasok karena volume permintaan kecil," sambung I Putu.

"Jika dikatakan jumlah produksi sudah di atas satu juta, bahkan sudah mencapai 1,2 juta unit mobil per tahun, rasanya sudah bisa. Tapi kalau untuk seluruh jenis/tipe mobil seperti mobil niaga, penumpang, sampai truk dan bus yang besar rasanya masih sulit. Mengapa? ya sama saja, harus dipecah-pecah lagi dalam jumlah kecil. Sehingga tetap akan butuh investasi besar untuk itu," bebernya.

I Putu melanjutkan bahwa, kebutuhan produksi bahan baku baja, rasanya sulit terpenuhi jika harus menyediakan untuk spesifikasi berbeda-beda dalam jumlah kecil. "Makanya syarat utama bikin pabrik pengolahan baja untuk kendaraan, volume penjualan mobil untuk 1 tipe/jenis atau platform, harus tercapai terlebih dahulu. Baru kemudian industri baja bisa dikembangkan."

Namun I Putu tak menyebutkan jumlah minimum kuota penjualan untuk kendaraan dengan tipe atau platform sama, agar bisa meriset dan memproduksi baja otomotif sendiri. Apakah sesuai dengan target pemerintah di angka 2 juta unit mobil di 2020? kita lihat saja.
UDA

 

Narasumber : metrotvnews.com

 
Permintaan China lesu, harga batubara meredup PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Senin, 01 Juni 2015 09:34

JAKARTA. Pasar batubara global masih meredup. Alih-alih bergerak konsolidasi dalam beberapa waktu terakhir, harga batubara masih rawan koreksi. Mengutip Bloomberg, pada Jumat (29/5), harga batubara pengiriman Juli 2015 di ICE Futures Europe, naik 0,4% menjadi US$ 56,35 per ton. Dalam sepekan terakhir, harga batubara naik 1,7%.

Guntur Tri Hariyanto, analis Pefindo mengatakan, harga batubara masih tertahan. Pasalnya, konsumsi batubara di China masih lesu disebabkan permintaan dari berbagai industri seperti energi listrik, besi dan semen menunjukkan tren menurun. Bahkan produksi batubara domestik Tiongkok telah menurun 6% dalam empat bulan pertama tahun ini.

Impor batubara secara total juga menyusut 39% di periode yang sama. Di sisi lain, rencana pemerintah India mengerek produksi domestik untuk menggantikan porsi impor batubara mungkin masih sulit terjadi.

India diperkirakan menjadi penopang konsumsi batubara global dan menjadikan negara itu mencapai pertumbuhan tertinggi di dunia, mengalahkan China. Tahun ini, total impor diprediksi naik 35% year-on-year (yoy) menjadi 73 juta ton. “Secara umum, permintaan batubara di China, AS dan Eropa diperkirakan terus menurun. Permintaan global akan didorong India dan negara Asia Tenggara, dengan India yang akan menjadi sumber permintaan batubara global terbesar,” jelas Guntur.

Meski begitu, isu lingkungan dan meningkatnya kompetisi dari sumber energi alternatif termasuk energi terbarukan dan gas alam, akan terus menekan permintaan dan harga batubara. Bahkan biaya produksi energi terbarukan juga menurun cepat sehingga dalam beberapa tahun ke depan semakin bersaing dengan biaya produksi batubara.

Perkembangan terbaru yang turut menekan industri batubara adalah langkah Norwegia dan Prancis yang akan memangkas investasi global terkait batubara untuk mendukung upaya memerangi pemanasan global. Kondisi ini kian menggerus harga batubara beberapa tahun ke depan.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst Fortis Asia Futures menuturkan, saat ini terjadi persaingan ketat antara batubara dan gas alam. Batubara semakin ditinggalkan lantaran harga gas alam lebih murah dan ramah lingkungan. Per Maret 2015, batubara hanya menyumbang 36% sebagai komoditas pembangkit listrik.

Jumlah ini turun 42% ketimbang tahun lalu. Batubara juga dibayangi tekanan dari China yang hanya memilih batubara berkalori tinggi, yaitu di atas 6.000 kalori. Selama ini batubara yang beredar di pasar hanya batubara 5.000 kalori.

Deddy menduga harga batubara sepekan mendatang di rentang US$ 56,00-US$ 58,00 per ton. Sedangkan Guntur memproyeksikan harga batubara dalam sepekan di kisaran US$ 56,00-US$ 58,00 per ton.

 

 

Editor: Uji Agung Santosa

Narasumber : kontan.co.id

 


Halaman 10 dari 232

Galeri Iklan Baris Gratis

Service & Maintenance









Heavy Equipment ( Airman - Barata - Bobcat - Bomag - Case - Caterpillar - Clark - Daewoo - Doosan - Dynapac - Ford - Hitachi - Hyster - Hyundai - Ingersoll Rand - JCB - John Deere - Kobelco - Komatsu - Kubota - Linde - Link Belt - Manitou - Massey Ferguson - Mitsubishi - New Holland - Niigata - Nissan - O&K - P&H - Sakai - Sany - Samsung - Sumitomo - Tadano - TCM - Terex - Volvo - Toyota - Zetor)
Heavy Duty Truck ( FAW - Foton - Hino - Howo - Isuzu - MAN - Mercedes - Mitsubishi - Nissan Diesel - Renault - Scania - Sino - Toyota - Volvo )