“ Solusi mudah dan terpercaya dalam mendapatkan Alat Berat & Truk dengan kondisi Bekas dan Siap Kerja ”


Kami Used-HeavyMachinery.Com akan membantu & melayani serta memberikan solusi dalam mendapatkan dan memenuhi
Kebutuhan atas Alat Berat & Truk dengan kondisi Bekas dan Siap Kerja serta harga yang kompetitif.

___________________________ Manfaatkan kemudahan yang akan diberikan dan pelayanan dari kami ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL









Berita
Dollar AS kian perkasa PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Senin, 08 Juni 2015 13:24

JAKARTA. Otot dollar AS makin kekar. Data tenaga kerja Amerika Serikat membuat mata uang yang kerap di sebut the greenback unggul terhadap mata uang utama dunia.

Mengacu data Bloomberg, Jumat (5/6), pasangan EUR/USD anjlok 1,10% ke 1,1114. Pasangan USD/JPY melonjak 1,02% menjadi 125,63. Begitu pula pairing AUD/USD anjlok 0,85% ke level 0,7623.

Akhir pekan lalu, data Amerika Serikat menyebutkan, non farm employment change AS periode Mei 2015 tercatat sebanyak 280.000 orang. Angka tersebut melebihi prediksi 222.000 orang dan melesat dari bulan sebelumnya tercatat 221.000 orang.

Data ini menyita perhatian pasar. Sebab, data ini menjadi petunjuk bagi Bank Sentral Amerika (The Fed) untuk segera mengerek tingkat suku bunga pada tahun ini.

Kondisi pasangan EUR/USD kian tergencet lantaran Eropa tengah terjepit sentimen negatif penyelesaian utang Yunani. Pemerintah Yunani belum membuahkan kesepakatan.

Padahal, tenggat pembayaran utang Yunani sebelumnya ditetapkan Jumat (5/6), mundur menjadi akhir Juni. Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra memprediksikan, pasangan EUR/USD masih akan kembali melemah. "Penurunannya bisa cukup tajam hingga ke level 1,960," kata Putu, kemarin.

Pada pasangan USD/JPY, Research and Analyst PT SoeGee Futures, Alwy Assegaf menilai, kebijakan moneter Jepang yang cenderung longgar membuat yen bertekuk lutut di hadapan dollar AS. Jepang juga masih menggelontorkan stimulus untuk mengejar target inflasi 2%.

Padahal, Amerika Serikat tengah berancang-ancang untuk mengetatkan kebijakan moneter tahun ini dengan mengerek tingkat suku bunga The Fed 25 basis poin. Alwy memprediksikan, pasangan USD/JPY masih akan menguat hari ini. Namun patut diwaspadai lantaran penguatan sudah tajam.

Analis PT Millenium Penata Futures, Adil Wicaksono menilai, pasangan  AUD/USD ikut turun karena data ekonomi Amerika Serikat yang menguat. Dia memproyeksikan, pelemahan masih akan berlanjut hingga pekan ini. Ini karena beberapa data yang akan dirilis oleh Amerika Serikat diproyeksikan masih akan lebih bagus dan memperkuat kemungkinan The  Fed menaikkan suku bunga.

Editor: Yudho Winarto

 

Narasumber : kontan.co.id

 
Harga minyak disetir AS & OPEC PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Senin, 08 Juni 2015 10:56

JAKARTA. Harga minyak mentah tersulut spekulasi penurunan produksi minyak Amerika Serikat (AS). Namun, harga minyak masih rawan terkoreksi akibat banjir suplai dari anggota The Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Mengutip Bloomberg, Jumat (5/6),  minyak jenis  West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juli 2015 di New York Merchantile Exchange naik  1,94% menjadi US$ 59,13 per barel. Meski demikian, sepekan terakhir, harganya masih turun 1,94%.

Baker Hughes Inc melaporkan, sejak Oktober lalu, jumlah rig pengeboran minyak yang beroperasi di AS anjlok 60%. Ini jumlah terendah dalam lima tahun terakhir. Produksi shale oil mulai turun pada Mei lalu. "Harga naik karena prospek penurunan pasokan dari AS. Tapi, jika tidak segera terlihat penurunan jumlah produksi di AS, harga akan kembali tertekan," kata Gene McGillian, analis senior  Tradition Energy kepada Bloomberg, Sabtu (6/6).

Research and Analyst Monex Investindo Futures Agus Chandra bilang, sentimen pengurangan operasional rig di Amerika akan membantu harga minyak lanjut reli pada awal pekan ini. "Apalagi, muncul optimisme di pasar setelah anggota OPEC meyakini harga minyak bisa melambung ke level US$ 75 per barel di akhir tahun ini," katanya.

Suplai tetap melimpah

Namun, Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst Fortis Asia Futures, memprediksi, kenaikan harga minyak hanya sementara. Ia memperkirakan, pasokan di pasar global akan tetap melimpah. Pada pertemuan Jumat (5/6), OPEC memutuskan mempertahankan kuota produksi sebesar 30 juta barel per hari guna merebut pangsa pasar.

Morgan Stanley dan Barclays Plc menduga, masih ada risiko 12 anggota OPEC mengerek target produksi. Pasalnya, selama 12 bulan berturut-turut, OPEC memompa minyak melebihi kuota.

Belum lagi, kata Deddy, Iran berniat menambah ekspor sebesar 1 juta barel sehari dalam beberapa bulan mendatang setelah sanksi ekspor dicabut. Selama ini, di bawah sanksi, Iran hanya boleh mengekspor 1 juta barel sehari. "Padahal permintaan tidak meningkat, karena perekonomian global melambat," jelasnya.

Menurut Deddy, harga minyak di kisaran US$ 60-US$ 61 terbilang prematur. Ia menduga, sepekan ini, WTI rentan terkoreksi dan bergerak di kisaran US$ 55-US$ 60 per barel.

Sementara, Agus masih optimistis, hari ini, WTI bisa reli ke kisaran US$ 54-US$ 61,5 per barel. Adapun, sepekan, pergerakan minyak antara US$ 50-US$ 63 per barel.

Editor: Yudho Winarto

Narasumber : kontan.co.id

 
Harga CPO naik terbatas PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Sabtu, 06 Juni 2015 10:47

JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) mencapai level tertinggi tahun ini. Menipisnya stok di pasar yang dibarengi dengan melambungnya ekspor berimbas pada kenaikan harga CPO. Tapi, turunnya harga minyak membuat harga CPO rentan terkoreksi.

Mengutip Bloomberg, Jumat (5/6), kontrak pengiriman CPO bulan Agustus di Malaysia Derivatives Exchange tumbuh 5,59% menjadi RM 2.340 per metrik ton dibandingkan posisi pekan lalu.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures menjelaskan, kenaikan harga CPO disebabkan oleh stok di pasar global yang menciut.

Masih dari data analis Bloomberg, jumlah stok CPO terkoreksi sebanyak 3,2% menjadi 2,12 juta metrik ton ketimbang bulan sebelumnya. Di sisi lain, pengiriman minyak nabati ini meroket 40% hingga 1,65 juta ton, angka terbesar sejak Maret 1997.

Apalagi berdasarkan survei SGS (Malaysia) Sdn., ekspor CPO Malaysia meningkat sekitar 44,7% dari posisi bulan lalu 1,07 juta metrik ton menjadi 1,55 juta metrik ton pada akhir Mei 2015. Begitu pula dengan ekspor CPO dalam negeri yang terdongkrak 11% menjadi 2,25 juta metrik ton per April 2015.

"Jadi kemungkinan menipisnya stok lantaran naiknya angka ekspor," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (5/6). Maklum, Malaysia dan Indonesia merupakan dua pemain utama ekspor CPO.

Tak sampai di sana, menjelang Ramadan, umumnya permintaan akan CPO juga melonjak guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, lanjut Deddy, produksi minyak sawit diperkirakan akan berkurang karena ada potensi gangguan cuaca akibat El Nino. Padahal, US Enviromental Protection Agency juga berencana meningkatkan konsumsi biomassa berbasis diesel. Dengan potensi penipisan stok dan sentimen kenaikan konsumsi, harga nikel pun terkerek.

Tapi, ia mengingatkan, harga CPO masih rentan terkoreksi. Sebab, harga minyak masih menunjukkan tren penurunan. Per Jumat (5/6) pukul 16.21 WIB, harga minyak tergelincir 4,09% ke level US$ 57,83 ketimbang pekan lalu. Umumnya, harga CPO akan bergerak seirama dengan harga minyak. "Jadi harga CPO hanya naik terbatas. Naiknya harga belum untuk jangka panjang," katanya.

Editor: Hendra Gunawan

Narasumber : kontan.co.id

 
Tol Cikampek-Palimanan akan diresmikan 15 Juni PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Sabtu, 06 Juni 2015 10:35

JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono mengungkapkan pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk meresmikan tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116,7 km pada 15 Juni 2015.

"Tanggal 15 (Juni) ini rencananya diresmikan. Suratnya ke Presiden tanggal itu, tapi hingga sekarang belum mendapat jawaban," kata Basuki di Istana Bogor, Jumat (5/6).

Dia juga mengungkapkan pembangunan fisik tol Cikampek-Palimanan sudah selesai dan hanya tersisa beberapa aksesorisnya, seperti rambu lalu lintas, lampu penerangan, tempat peristirahatan (rest area).

"Sebelum diresmikan tarif tol akan diumumkan. Saat ini masih dihitung berapa nilainya," kata Basuki.

Menteri PU ini mengungkapkan bahwa saat penawaran nilai tarif Rp750 per kilometernya, namun belum dihitung tambahan biaya terkait pembangunan tol tersebut.

"Kan ada additional cost yang membuat bukit batu. Apakah itu nanti ditambahkan dalam tarif atau ditambah masa konsensinya," jelasnya.

Jalan tol tersebut dioperasikan oleh PT Lintas Marga Sejahtera ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan hingga 40 persen di jalur Pantura.

Jalan tol sepanjang 116,7 kilometer ini akan ada delapan area peristirahatan, empat area peristirahatan kelas A yang memiliki tempat pengisian bahan bakar, serta empat lagi area peristirahatan kelas B.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Antara

Narasumber : kontan.co.id

 
Pengusaha Cina Tertarik Investasi Baja, Keramik, dan Farmasi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Jumat, 05 Juni 2015 14:34

TEMPO.COJakarta - Kementerian Perindustrian menyatakan empat perusahaan asal Cina, yakni Xingxing Group Co Ltd, Qingdao Hanhe Cable Co Ltd, Hebei ChengYe Machinery Manufacturing Co Ltd, dan Guangdong Donpeng Holding Company Limited, serius berinvestasi di Tanah Air.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, mengatakan empat perusahaan ini tertarik pada empat sektor industri, yakni kabel bawah laut, keramik, baja, farmasi, dan permesinan.

"Untuk besaran investasi belum diketahui, saat ini mereka masih mencari mitra lokal. Setelah melakukan pertemuan dengan Kementerian Perindustrian, mereka akan melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia," ujarnya di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2015.

Menurut dia, sejumlah perusahaan asal Cina ini mengkhawatirkan kepastian pasokan energi, seperti listrik dan gas di Indonesia. Dalam pembagian realisasi investasi, Hebei ChengYe Machinery Manufacturing Co Ltd akan mendirikan pabrik baja dan permesinan.

Produksi baja, selain untuk memenuhi kebutuhan pabrik mesin, juga disiapkan dalam bentuk baja konstruksi. Karena itu, pemerintah akan mengarahkan pendirian pabrik di kawasan industri Morowali Tsingshan di Indonesia timur.

Dengan demikian, pengembangan kawasan industri tersebut dapat mencapai skala keekonomian. Data Kementerian pada 2014 menunjukkan realisasi investasi Cina di Indonesia mencapai 501 proyek dengan nilai mencapai US$ 800,02 juta.

BISNIS

 

Narasumber : tempo.co

 


Halaman 8 dari 232

Galeri Iklan Baris Gratis

Service & Maintenance









Heavy Equipment ( Airman - Barata - Bobcat - Bomag - Case - Caterpillar - Clark - Daewoo - Doosan - Dynapac - Ford - Hitachi - Hyster - Hyundai - Ingersoll Rand - JCB - John Deere - Kobelco - Komatsu - Kubota - Linde - Link Belt - Manitou - Massey Ferguson - Mitsubishi - New Holland - Niigata - Nissan - O&K - P&H - Sakai - Sany - Samsung - Sumitomo - Tadano - TCM - Terex - Volvo - Toyota - Zetor)
Heavy Duty Truck ( FAW - Foton - Hino - Howo - Isuzu - MAN - Mercedes - Mitsubishi - Nissan Diesel - Renault - Scania - Sino - Toyota - Volvo )