“ Solusi mudah dan terpercaya dalam mendapatkan Alat Berat & Truk dengan kondisi Bekas dan Siap Kerja ”


Kami Used-HeavyMachinery.Com akan membantu & melayani serta memberikan solusi dalam mendapatkan dan memenuhi
Kebutuhan atas Alat Berat & Truk dengan kondisi Bekas dan Siap Kerja serta harga yang kompetitif.

___________________________ Manfaatkan kemudahan yang akan diberikan dan pelayanan dari kami ___________________________
DAFTAR UNIT YANG DIJUAL









Berita
Dollar AS melemah di tahun baru PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 02 Januari 2014 08:35

JAKARTA. Tahun baru, dollar Amerika Serikat (AS) atau greenback melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Buruknya data perumahan AS yang dirilis awal pekan ini menahan gerak mata uang Negeri Paman Sam.

Di pasar spot sampai dengan Selasa (31/12) , pasangan AUD/USD anjlok 2,34% menjadi 0,8708. Sedangkan pasangan EUR/USD menguat 0,14% menjadi 1,3762 dan pasangan USD/JPY melemah 0,20% menjadi 105,10 dibanding hari sebelumnya.

Laporan terbaru dari Asosiasi Pengembang Amerika menunjukkan bahwa sepanjang November 2013, indeks penjualan rumah di AS hanya naik 0,2%. Angka ini jauh dari prediksi pasar yang mengharapkan angka kenaikan 1%.

Zulfirman Basir, analis Monex Investindo Futures, mengatakan, pergerakan pasangan AUD/USD sempat bergerak naik. Kenaikan dipicu oleh aksi short covering menjelang akhir tahun. Short covering adalah cara untuk memperoleh profit dari penurunan harga dari efek berharga seperti saham atau obligasi. Short covering tersebut mendorong naik aussie sebelum kemudian turun lagi.

Firman menambahkan, perbaikan data consumer confidence juga menekan AUD/USD. Asal tahu saja, indeks kepercayaan konsumen AS pada Desember naik ke angka 78,1 ketimbang November yang di posisi 72. Angka ini melebihi prediksi analis dan merupakan angka tertinggi sejak 2007. Harga rumah pun naik tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun terakhir.

Wahyu Tribowo Laksono, analis Megagrowth Futures, menyatakan, pasangan USD/JPY turun setelah sebelumnya (30/12) menembus level tertingginya sepanjang tahun 2013 di posisi 105,40. Wahyu memprediksi, USD/JPY masih akan bergerak naik, terutama dengan dirilisnya data consumer confidence pada Selasa malam kemarin. "USD/JPY bisa naik lagi hingga level 107-110," kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, penguatan dollar AS terhadap yen juga dipicu efek keputusan The Fed untuk memangkas stimulus pada tahun depan. Selain itu, Wahyu memprediksi, awal tahun ini, pola pergerakannya hampir sama, melemah seiring dengan stok market yang bagus. Sedangkan secara teknikal polanya konsolidasi dengan terjadi penurunan sehari, namun dalam dua hari bisa naik kembali.

Menurut Ibrahim, analis pasar uang, kekhawatiran pasar terhadap kemampuan Yunani dalam membayar utang, khususnya menjelang jatuh tempo dalam waktu dekat ini turut menekan euro dan mengangkat dollar AS. Meski dollar AS ditutup menguat tipis terhadap euro, pasar masih optimis pada prospek pertumbuhan ekonomi AS yang akan membaik tahun depan. Apalagi dengan adanya pemangkasan stimulus moneter AS yang semakin besar.

Editor: Wahyu Tri Rahmawati


Narasumber : kontan.co.id
 
Harga minyak mendaki di awal tahun 2014 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 02 Januari 2014 08:33

SINGAPURA. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pagi ini (2/1/2014) bergerak naik. Mengutip data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Februari naik sebesar 36 sen menjadi US$ 98,78 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 08.19 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di level US$ 98,72 per barel.

Sekadar mengingatkan, pada 31 Desember 2013 lalu, harga minyak turun 87 sen menjadi US$ 98,42 sebarel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah data menunjukkan kemungkinan terjadinya penurunan cadangan AS. Hal ini terlihat dari data yang dirilis oleh Energy Information Administration yang memprediksi cadangan minyak AS akan turun sebesar 2,83 juta barel menjadi 364,7 juta.

"Ada sejumlah investor yang menilai bahwa harga minyak sudah jatuh terlalu dalam," jelas Ric Spooner, chief analyst CMC Markets di Sydney.

Sementara itu, harga minyak jenis Brent turun 41 sen atau 0,4% menjadi US$ 110,80 per barel di ICE Futures Europe exchange.

Editor: Barratut Taqiyyah
Sumber: Bloomberg


Narasumber : kontan.co.id
 
Stok CPO Malaysia Turun, Harga Mulai Merangkak Naik PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 02 Januari 2014 08:23

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) naik dan mendekati level tertinggi tiga pekan. Kenaikan harga terjadi setelah adanya spekulasi harga stok di Malaysia turun bulan Desember dan menjadi penurunan stok pertama kalinya dalam empat bulan .

Kontrak pengiriman CPO Maret tersebut naik 0,4 persen menjadi 2.669 ringgit  atau setara dengan 813 dolar AS per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives. Harga ini merupakan level tertinggi untuk kontrak berjangka paling aktif sejak 9 Desember.

"Penguatan harga CPO karena proyeksi produksi turun 10 persen pada Desember, sementara ekspor hanya turun 3 persen," kata Alan Lim Seong Chun, analis Kenanga Investment Bank Bhd kepada Bloomberg.

Sebelumnya, data ekspor CPO Malaysia turun 3,3 persen menjadi 1,42 juta ton bulan Desember dibandingkan November. Sementara itu, ada proyeksi produksi CPO turun bulan Januari dan Februari karena siklus penurunan produksi.

Sementara itu, harga minyak kedelai pengiriman Maret naik 0,4 persen menjadi 39,13 sen per pon di Chicago Board of Trade pada 31 Desember lalu. Harga kedelai turun 1,2 persen menjadi 12,925 dolar AS per bushel.(Asnil Bambani Amri)

Editor: sanusi
Sumber: Kontan



Narasumber : tribunnews.com
 
Harga CPO diprediksi tembus Rp2.000/kg PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Kamis, 02 Januari 2014 08:21

Pekanbaru (ANTARA News) - Harga tandan buah segar CPO Riau pada tahun 2014 diprediksi tembus sebesar Rp2.000 per kg dibanding akhir 2013 sebesar Rp1.963 per kg antara lain dampak instruksi Presiden SBY untuk menggunakan biodiesel dalam kebijakan energy nasional ke depan.

"Intruksi tersebut disampaikan Presiden SBY saat kegiatan Indonesian Palm Oil Confrence (IPOC) beberapa minggu lalu," kata Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulher di Pekanbaru, Kamis.

Menurut Zulher, instruksi tersebut akan berdampak pada pembangunan investasi industri hilir kelapa sawit menjadi biodiesel yang akan mengkonsumsi bahan baku Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri yang lebih banyak.

Prediksi harga CPO Riau makin membaik juga akibat kebijakan dan implementasi Brazil, Argentina, China, dan India untuk mengimpor CPO lebih banyak dari tahun sebelumnya dari Indonesia.

"Impor itu akan diyakini memicu pengembangan biodiesel disamping an memenuhi kebuuthan dalam negeri," katanya.

Ia menyebutkan, bahwa Brazil akan menggunakan CPO untuk meningkatkan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar energy (BBE) nasionalnya.

Kini, katanya lagi, Brazil telah menggunakan 10 persen BBE dari biodiesel itu dan ke depan Brazil akan meningkatkan penggunaan biodiesel sekaligus meningkatkan pasokan CPOnya dari Indonesia.

Di samping itu turut mendongkrak kenaikan harga CPO Riau adalah permintaan impor India yang juga mengalami peningkatan.

"India membutuhkan lebih banyak impor CPO karena permintaan minyak nabati di India diperkirakan juga meningkat pesat dari sekitar 7,7 juta ton menjadi 18 juta ton," katanya dan meragukan India bisa saja memilih minyak nabati dari negara lain jika Indonesia dan Malaysia yang selama ini menjadi negara pemasok CPO mengenakan pajak ekspor.

Faktor lainnya yang akan turut memicu naiknya harga CPO Riau berdasarkan rilis harga dari Bursa Derivatif Malaysia, dimana harga CPO Malaysia untuk tahun 2014 diprediksi akan berada pada level RM2.600- RM2.900.

Oleh karena itu Zulher optimistis industri subsektor perkebunan dan industri hilir kelapa sawit Riau akan terus berkembang seiring dengan perkembangan permintaan ekspor tersebut.

"Kini saatnya untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas CPO dalam negeri sehingga petani kelapa sawit, pengusaha hingga pemerintah agar terus mengembangkan program agroindustri," kata Zulher. (*)

Editor: Ruslan Burhani


Narasumber : antaranews.com

 
Harga minyak tembus US$ 100 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Selasa, 31 Desember 2013 08:37

JAKARTA. Harga minyak diperdagangkan di atas US$ 100 per barel dalam dua hari perdagangan terakhir. Harga minyak naik setelah data Departemen Energi Amerika Serikat (AS) menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih dari perkiraan. Stok minyak AS kini terendah sejak September 2013.

Harga minyak pun beranjak ke atas US$ 100 per barel, tertinggi sejak 18 Oktober 2013. Persisnya, harga minyak WTI untuk pengiriman Februari 2014 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 100,21 per barel. Harga tersebut telah naik 9,3% pada tahun 2013.

Laporan Administrasi Informasi Energi per 27 Desember 2013 menunjukkan, persediaan minyak mentah AS turun sebesar 4,73 juta barel pada pekan lalu di tengah peningkatan operasi kilang. Penurunan ini lebih besar dari penurunan rata-rata yang diprediksi survei analis Bloomberg sebesar 2,65 juta barel.

Harga minyak WTI meningkat 8,2% pada bulan Desember di tengah berkurangnya stok minyak mentah AS yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. Badan Energi Internasional menyebutkan, kebutuhan minyak AS mencapai sekitar 21% dari permintaan global tahun ini.

Zulfirman Basir, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menilai, kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh musim dingin yang sedang berlangsung. Musim dingin ini akan mengerek permintaan minyak.

Berkurangnya stok minyak mentah di tengah tingginya permintaan memicu lonjakan harga. Menurut dia, kenaikan harga minyak masih akan berlangsung sepanjang Januari 2014. "Positifnya data-data ekonomi AS juga akan mendorong tingginya permintaan minyak dari AS yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia," kata Zulfirman. Meski berpotensi mendaki, penguatan harga minyak relatif terbatas.

Tonny Mariano, analis Harvest International Futures menduga, tren kenaikan harga minyak masih berlanjut. Sebab, kondisi ekonomi global mulai berangsur membaik. Perbaikan ekonomi global ini diyakini akan meningkatkan permintaan minyak, sehingga melambungkan harga. Harga komoditas juga kian positif karena membaiknya data-data ekonomi AS.

Secara teknikal, lanjut Zulfirman, masih terbuka ruang penguatan untuk minyak. Harga masih berada di antara moving average (MA) 100 dan 200. Moving average convergence divergence masih terlihat naik. Indikator relative strength index (RSI) juga bergerak naik. Stochastic sudah overbought. Kondisi ini berpotensi memicu profit taking.

Zulfirman memprediksi, harga minyak dapat menyentuh level US$ 104 per barel pada akhir Januari 2014. Tonny memperkirakan, harga minyak akan berada di kisaran US$ 99-US$ 102 per barel.

Editor: Wahyu Tri Rahmawati


Narasumber : kontan.co.id
 


Halaman 232 dari 232

Galeri Iklan Baris Gratis

Service & Maintenance









Heavy Equipment ( Airman - Barata - Bobcat - Bomag - Case - Caterpillar - Clark - Daewoo - Doosan - Dynapac - Ford - Hitachi - Hyster - Hyundai - Ingersoll Rand - JCB - John Deere - Kobelco - Komatsu - Kubota - Linde - Link Belt - Manitou - Massey Ferguson - Mitsubishi - New Holland - Niigata - Nissan - O&K - P&H - Sakai - Sany - Samsung - Sumitomo - Tadano - TCM - Terex - Volvo - Toyota - Zetor)
Heavy Duty Truck ( FAW - Foton - Hino - Howo - Isuzu - MAN - Mercedes - Mitsubishi - Nissan Diesel - Renault - Scania - Sino - Toyota - Volvo )